Misteri Pembunuhan JFK: Dokumen Rahasia CIA Terungkap
Lebih dari 2.000 dokumen terkait penyelidikan atas pembunuhan Presiden AS John F. Kennedy pada 22 November 1963 akhirnya dirilis pada 19 Maret. Arsip yang kini dapat diakses melalui situs resmi Arsip Nasional AS ini memberikan wawasan baru, meskipun tidak sepenuhnya menjawab berbagai teori yang berkembang selama puluhan tahun. Dokumen tersebut mencakup laporan utuh tanpa sensor berlebihan, mengungkap lebih banyak informasi mengenai pengawasan CIA terhadap Lee Harvey Oswald, pria yang disebut bertindak sendiri dalam pembunuhan tersebut.
Dokumen ini juga menyoroti operasi rahasia CIA di berbagai negara selama Perang Dingin, termasuk di Indonesia. Terungkap bahwa CIA memiliki tiga kantor di Indonesia, yakni di Jakarta, Medan, dan Surabaya, meskipun detail spesifik mengenai kegiatan mereka tetap dirahasiakan. Selain itu, berbagai teknik intelijen yang digunakan CIA dalam mengumpulkan informasi, seperti pemindaian fluoroskopik dan sistem penandaan telepon umum yang disadap, turut dijelaskan dalam arsip yang baru dirilis.
Sejumlah teori lama mengenai pembunuhan JFK kembali mencuat, termasuk dugaan adanya keterlibatan agen CIA dalam konspirasi tersebut. Nama Gary Underhill, seorang agen intelijen militer yang mengklaim adanya konspirasi dalam kematian Kennedy, kembali menjadi bahan diskusi setelah memo CIA tentang dirinya tersebar luas. Namun, para ahli menegaskan bahwa tidak ada bukti baru yang cukup kuat untuk mengubah kesimpulan resmi. Meski masih menyisakan banyak tanda tanya, perilisan dokumen ini dianggap sebagai langkah positif menuju transparansi dalam mengungkap sejarah kelam AS.